Muslimah Asia-Eropa Bahas Sistem Pendidikan (Visimuslim, 30/3)

Tag


Sumber gambar: Visimuslim

VisiMuslim, Paris – Komunitas Muslimah Indonesia Antar Negara untuk Ummat (Mutiara Ummat) Asia – Eropa menggelar telediskusi bertajuk “Pendidikan Sekuler vs Pendidikan Khilafah”.

Pendidikan sebagai salah satu komponen penting bagi bangkitnya suatu peradaban ummat, menginspirasi kaum muslimah di Asia – Eropa untuk mendiskusikan sistem pendidikan yang ada saat ini, kata pengurus Mutiara Ummat, Sarah Ismi Kamilah di Paris, Perancis, kepada Visimuslim (Kamis, 30/3).

Acara dipandu oleh Hanum Sari mahasiswi PhD School of Education di Charles Darwin University dengan menghadirkan Arie Vatresia mahasiswi PhD Computer Science di University of Birmingham dan Chutbah Basiroh dari Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI).

Baca lebih lanjut

Muslim Eropa Bahas Pendidikan-Riset Dunia Islam (Antara, 30/3)

Tag


Sumber foto: Lemah Ireng

London, (Antara Sumbar) – Kemunduran pendidikan dan riset di dunia Islam menjadi perhatian kalangan intelektual yang tergabung dalam Muslimat Indonesia Antar-Negara untuk Ummat (Mutiara Ummat) guna menyelenggarakan diskusi Pendidikan Sekuler Barat VS Pendidikan Islam Khilafah.

Diskusi yang dipandu Widya Hanum Sari mahasiswi PhD di School of Education Charles Darwin University Australia, menghadirkan Arie Vatresia mahasiswi PhD bidang Computer Science di University of Birmingham Inggris dan aktivis Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) Chutbah Basyiroh, demikian pengurus Mutiara Ummat, Sarah Ismi Kamilah, di Paris, Prancis kepada Antara London, Kamis.

Baca lebih lanjut

Pendidikan Sekuler VS Pendidikan Khilafah

Tag


*Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh*

Puji syukur ke hadirat Illahi Rabbi atas limpahan karunia dan kasih sayang-Nya bagi kita semua. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan, uswatun hasanah kita, Rasulullah Muhammad SAW.

Sahabat Mutiara yang dirahmati Allah, pendidikan adalah salah satu komponen penting bagi bangkitnya sebuah peradaban. Saat ini, pendidikan yang dianggap maju dan menjadi kiblat adalah pendidikan Barat yang tiada lain adalah pendidikan sekuler. Sayangnya, Pendidikan sekuler telah gagal dalam membawa peradaban manusia ini menjadi lebih baik. Begitu banyak ilmuwan dihasilkan, namun permasalahan umat tak terselesaikan. Pendidikan dijauhkan dari agama dan dibisniskan. Puncak kesuksesan diukur oleh sebuah ‘profesi’, namun miskin akan moral dan integrasi akhlak. Hal ini membuat masyarakat rentan terjebak penyakit sosial dan mental seperti narkoba, pergaulan bebas, korupsi, mudah frustasi, stress hingga bunuh diri. Pendidikan sekuler merupakan warisan kolonial yang menjadikan umat ini pengusung demokrasi dan kebebasan. Sehingga mereka menjadi kehilangan identitasnya, yaitu sebagai seorang muslim, yang ia berilmu, beramal dan bertakwa.

Baca lebih lanjut